quote of the day
Siapa mendengar dengan telinga; kan menjadi tukang cerita. Siapa menyimak dengan hati; kan menjadi faqih yang ahli.” — Imam Asy Syafi’i

a-daydream-note

sekapur sirih   si keke    tanya aja ;)   

perjalanan, petualangan, dan cerita antara hati dan pikiran..

Tuesday,19 August 2014 at 8:28pm
0 notes

baru tau ada channel seru ini! halooo 15 menit rehat sambil belajar hal baru! :3

don’t forget to be awesome!

Monday,18 August 2014 at 8:40pm
0 notes

 baby baby baby baby …heaven sent you.. 

 maybe maybe maybe maybe..we were meant to 

 be together be forever two lil’ hearts go boom

 boom boom boom boom boom

Friday,15 August 2014 at 7:06pm
0 notes

bukan hak

jadi ceritanya saya buat tapenas di salah satu bank.. september nanti pas dua tahun. awalnya saya pikir mungkin gapapa ya ikut ini.. saya tau pasti ada bunganya.. dari awal sudah salah memang, sudah tahu riba masih ikut-ikutan program bank kayak gini..

saya sebenernya cuma pengen memanfaatkan fasilitas pengambilan uang secara otomatis setiap bulan agar terpisah dengan akun bank yang memang dipakai untuk keperluan sehari-hari.. tabungan memaksa. dan karena saya pikir hitungannya cukup mudah jika tidak ingin mengambil ribanya, tinggal “jumlah uang - (besar iuran x 24)” terlihat mudah.. setidaknya saya tau persis jumlah hak uang saya ada berapa..

dilihat dari saldo sekarang, dan iuran tiap bulan yang diambil maka september nanti saldo saya nambah sekitar 10%. saya kaget. kirain nambahnya ga banyak-banyak nyatanya jauh melebihi ekspektasi..

Mau dikemanain ini uangnyaaaa.. saya baru ngerti kenapa kadang orang gemar bikin deposito dan sebagainya, mungkin untungnya besar ya.. (?)

saya baca-baca tentang menyedahkan uang riba, sebenarnya sih analoginya sama kayak menyedekahkan harta yang bukan milik.. jadi mungkin sedekahnya tidak bernilai ya?

kembali ke celengan ayam kayaknya lebih aman ya.. ga mungkin tiba-tiba nambah hehehe

10:00am
0 notes

W.A. Mozart Classical Concerto in C Major for Flute and Harp K 299 2nd Movement Andantino

— 

my favorite classical music :3

Thursday,14 August 2014 at 5:33pm
3 notes

working mom?

Saya baru aja baca pendapat dari cerita seseorang di path-nya. untuk sopannya saya ga mau langsung ngeshare capture dari path tersebut. saya hanya ingin menceritakan sedikit saja bahwa ada seorang ibu yang resign dari pekerjaan setelah mengetahui anaknya yang masih bayi ternyata disewakan kepada pengemis oleh babysitter-nya sendiri ..

sedih memang, namun yang lebih bikin miris adalah doa si pembuat status yang singkatnya berdoa semoga Tuhan selalu melindungi anak-anak dari working mom.. 

dari working mom..

melindungi anak-anak dari working mom..

doanya gamblang sekali, saya malah menangkap doa tersebut bahwa working mom itu berbahaya, bahwa anak-anak dengan working mom sangatlah patut untuk di lindungi..

saya jadi sedih.. apa memang kami para kaum perempuan ini tidak boleh bekerja? mungkin kalau bekerja berlebihan sehingga anak tidak terurus, memang harus menjadi salah satu hal yang sangat perlu dipertimbangkan..

mungkin memang wanita yang menitipkan anak pada babysitter-nya adalah suatu kesalahan..(?)

dan atau lagi-lagi lingkungan kita yang sebenarnya tidak pernah berbaik hati pada kaum wanita untuk menjaga anaknya dengan baik?

seperti transportasi umum yang tidak handal untuk para ibu dengan anaknya atau kantor yang tidak memberikan cuti lebih untuk para ibu muda atau kurangnya kantor/bangunan publik dengan fasilitas ruang menyusui atau tempat penitipan anak..

entahlah saya hanya bisa protes dengan doa yang dituliskan oleh orang tersebut di path..

karena pada akhirnya jikalau memang working mom menjadi satu-satunya jalan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, jikalau memang pada akhirnya anak sendiri harus diasuh oleh orang tua atau babysiter..

saya yakin kaum ibu tersebut tak pernah sedetikpun melupakan buah hatinya… bahkan tak tenang…

jika tidak setuju dengan working mom, bukan berarti tekanan sosial itu harus diberikan sebegitu dahsyatnya.. apalagi kalau tidak memberikan solusi..

#cuma pengingat aja supaya ga gampang kepengaruh sama pandangan orang  tapi mungkin pihat yang menuliskan cerita tersebut hanya ingin kita untuk juga berjaga-jaga..

8:49am
0 notes

Sweet Sorrow - Pounding Heart

lembut kali ini musiknya.. lucu ada gambar partitur lagunya.. walaupun ga bisa nyanyi hahah seneng aja ngeliat videonya :3

[.. The especially beautiful sky makes my heart go shalalala
As I wait for you, my heart starts to fly up
I will love, I will love you
Just like this …]

Sunday,10 August 2014 at 8:59pm
200 notes
Reblogged from homedesigning

homedesigning:

Roof Furniture. Quality Time On Angled Roof

hobaaaaah cocok buat saya yang suka nangkring di atap.. yuk mari nabung~~

Saturday,9 August 2014 at 11:14am
0 notes
the postcard’s here! ulalaaaa~~~ :3

the postcard’s here! ulalaaaa~~~ :3

Tuesday,5 August 2014 at 7:05pm
3 notes

Tokyo (2)

kamu lebih mengenal dirimu jika menjauh dari zona nyaman. Di tokyo saya tidak hanya lebih mengenal diri sendiri, boleh jadi saya merasa bahwa menjalankan apa yang diperintahkan agama tidaklah cukup.. esensi di dalamnya harus tertanam kuat-kuat.

Jangan hanya “memakai ini, tidak boleh memakan ini, karena di perintahkan agama..” .. Di negara dimana muslim minoritas, dan tempat sholat pun minim, jangan heran kalau ada yang menatap agak lama.. hehe

saya mengikuti kegiatan summer school dimana ada beragam orang dari berbagai negara, tentu saja sebagiannya tidak terlalu familiar dengan wanita berjilbab atau hal lain yang berkaitan dengan makanan halal dan haram.. pertanyaan yang paling sering muncul adalah

"kenapa pakai jilbab? memang tidak panas?"

"kenapa tiap orang menggunakan scarf dengan model yang berbeda?"

"teman aku muslim tapi kenapa ga pakai scarf kayak kamu?"

"tenang saja di tempat sushi ini tidak ada babi"

"kenapa kalau daging sapi harus dipotong pake berdoa dulu? ribet ya"

"kalian di indonesia membuat bom?"

well pertanyaan terakhir memang cukup ekstrem tapi saya beneran ditanya gitu.. saya cuma bisa jawab “nggak kita ga buat bom, tapi kalau diserang mungkin kita akan buat bom”

saya jawabnya agak ngasal gitu karena bingung, tapi biarkan saja karena kata temen saya ini orang cuma mau ngetes aja, sebenernya dia udah punya pandangan tentang itu jadi ga usah diladenin, well saya juga hanya berusaha sopan hehehe..

untuk yang masalah potong sapi ini saya cuma bisa menjelaskan prosesnya mulai dari ngasah pisau sampe tajam hingga proses cut the cow’s neck tapi ga sampai putus, untuk komentar ‘ribet ya’ saya cuma bisa ngangguk tak menjawab heheh karena saya ga suka berdebat di meja makan :p

untuk masalah jilbab ini memang niatnya saya mau jawab agak serius cuma mungkin masih banyak kurangnya.. saya bilang “iya kok kadang panas tapi gapapa heheh..” 

"mungkin model scarf-nya beda karena memang bentuk scarf ini juga tergantung dan dipengaruhi budaya di negara atau wilayah tersebut.."

"mungkin temen kamu yang muslim belum siap, karena menggunakan jilbab itu bentuk komitmen, ga boleh hari ini pakai besok di lepas.. selain itu memang kadang kita ketemu orang yang ga mematuhi aturan agamanya.." (duh sebenarnya saya agak berat hati buat ngomong kalimat terakhir, tapi da atuh gimana.. cuma itu contoh dan kalimat paling real yang saya bisa saya pikirkan saat itu)

saya merasa harus lebih siap-siap untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan demikian.. pertanyaan yang pasti akan ditanyakan oleh orang-orang terdekat dari negara yang muslimnya minoritas..

disisi lain kita memang harus menghormati siapa pun tak peduli dari negara mana berasal, bicara dengan sopan dan santun.. tunjukan bahwa islam itu indah dan orang indonesia itu ramah :)

salam damai dari grup A! :3

Sunday,3 August 2014 at 9:18pm
0 notes

Sabtu Bersama Bapak

Merupakan buku karangan adhitya mulya terbitan gagas media. pengarang yang sama dengan buku jomblo. Sabtu bersama bapak, tiba-tiba saya pingin beli buku ini karena tau review singkat dari seorang teman. Katanya ingin tau gaya menulis versi serius adhitya mulya.

okey saya beli dan tidak langsung saya tamatkan karena beberapa alasan.. sebenernya ceritanya sih cukup gampang ditebak.. dan spasinya besar, jadi ceritanya memang tidak terlalu banyak seperti novel pada umumnya. hanya ada 4 tokoh utama (bapak, ibu, dua anak laki-laki) dan dua tokoh perempuan pemanis cerita..

terlepas dari gaya bercerita yang kadang menjurus, penulis berusaha menggambarkan bagaimana sosok ideal seorang suami yang memang harus menjaga keluarganya lahir dan batin. Dalam kasus ini lebih ekstrem lagi, diceritakan seorang bapak yang berusaha menjaga dua anak laki-lakinya dengan menuturkan banyak kisah pembelanjaran hidup melalui rekaman video karena didiagnosis kanker yang menyebabkan sang bapak harus berpulang lebih dahulu..

Dari buku ini saya juga mendapat sudut pandang bahwa setiap anak memanglah berbeda, setiap karakter orang memang berbeda, dan untuk jodoh waaaah sangat dibahas dalam buku ini hahahah karena si kakak sudah menikah dan punya anak tiga, sedangkan si bungsu tak pernah berani menyatakan cinta dengan segala prinsip yang dimilikinya..

Saya belajar memang mencari pasangan bisa sesulit itu atau malah kadang bisa sesimpel itu.. dan saya jadi mulai terpengaruh dengan pandangan penulis bahwa pasangan ada bukan untuk saling mengisi, tetapi setiap orang memang harus kuat baik dari segi agama dan mental.. sehingga nanti bukan untuk saling mengisi kekurangan, yang ‘lebih’ mengisi yang kurang.. karena urusan ini menjadi tidak selesai-selesai dan yang ada malah jalan di tempat.. kalau di buku ini sih diibaratkan sebagai 

3-3=0 tapi 3x3=9.. emang sih operasi matematikanya udah beda, ya kalaupun ditambah juga tetep menang 3+3=6..

dari sana saya juga merasa bahwa kita ga boleh bergantung sepenuhnya kepada pasangan.. harus mandiri juga.. masalah agama ya harus belajar juga.. kalau sama-sama belajar boleh, tapi tetep harus di kelas yang sama kan biar diskusi jadi lebih dua arah?

tapi ya saya memang orang yang menganut kalau mau dapat orang baik yang jadi orang baik, kalau mau dapat orang yang belajar agama ya belajar agama juga, kalau mau dapat yang serius juga yaaaa mau ga mau juga seriuuus dong hehehe :p

dan cerita tambahan dari sudut pandang seorang ibu yang kuat menjaga kedua anak laki-lakinya.. iya sih kok kayakynya biasa tapi ada pikiran yang memang bisa di contoh dari sudut pandang si ibu ini..

yang pasti buku ini bagus untuk cowok-cowok yang suka ngegalau.. emang cewek tuh suka dibuktikan dengan komitmen :p hahaha dan buat cewek yang suka ngegalau tentang pasangan juga kayak saya, mari move on toh yang dipikirin juga ga mikirin kita! heheu :p

8:51pm
0 notes

beritahu mimpimu.. mungkin ada yang diam-diam turut meng-aamiin-kan dan berdoa agar mimpimu terwujud.. :)

— untuk teman-teman baik yang tak akan pernah bisa disebut satu-satu.. terima kasih! mari lebih banyak mendoakan untuk orang lain.. dan doa yang diam-diam nan baik itu juga akan tercatat untukmu.. selalu.

7:49pm
7 notes

Tokyo

Tepatnya dari minggu 27 juli hingga sabtu tanggal 2 agustus 2014 kemarin, saya berkesempatan mencicipi tokyo gratis. Dari berangkat sampai pulang ditanggung perusahaan bidang penyedia layanan geospasial terkenal.. alhamdulillah :)

Di tengah musim panas yang terik tanpa semangka, saya merasa orang jepang ini baiknya keterlaluan.. Mau membantu meski tak bisa berbahasa inggris, sopan, tidak banyak bergosip dan tidak mau ikut campur urusan orang, kecuali turis yang terlihat kebingungan..

Katanya orang tokyo itu beda, sedikit lebih egois, tapi selama saya di kota besar itu asumsi itu jelas salah.. Orang tokyo tetap orang jepang yang menjunjung tinggi adab dan sopan santun.. Mungkin ada beberapa, tapi karena sebagian orangnya baik-baik saya harus bilang apa? hehehe

Di beberapa sudut tokyo tetap ada pemandangan yang membuat tokyo sebagai kota megapolitan elit dan bersih, terlihat tidak sempurna, terlihat bahwa tokyo memanglah kota urban biasa..

Beberapa tunawisma yang kebanyakan lanjut usia menempati sudut-sudut taman gelap atau dibangku taman, dengan kardus dan terkadang tanpa alas.. Beberapa bahkan menempati tempat khusus yang memang kata teman saya disediakan oleh pemerintah jepang.. Dimana? Di pinggir tempat pejalan kaki depan stasiun.. mau tak mau jika lewat stasiun tersebut, pasti melihat sisi lain itu. Sedih? Tidak juga karena mereka tidak mengemis, memang terlihat kotor, tapi mereka tidak meminta uang, dan tak ada yang memberi uang. Mereka hanya tidak punya rumah, tapi terlihat tidak minta untuk di kasihani.. Mereka tetap menjaga harga dirinya tinggi-tinggi..

kota ini akan menjadi jauh lebih indah kalau tempat sholatnya banyak, tapi gapapa kok kalau sholat di pojokan kelas atau lorong selama ga banyak orang lewat, mereka ga akan ganggu..

Saya belajar banyak dari kota dengan sarana kereta paling nyaman yang pernah saya temui,
kota dengan penduduk yang amat baik hatinya,
kota yang sulit sekali untuk menemukan tempat sampah,
kota yang sangat memperhatikan penduduknya,
kota yang suka bagi-bagi tisu gratis atau kipas walaupun sekalian ngiklan,
kota yang punya banyak taman dan ruang terbuka,
kota yang ramah dengan pejalan kaki,
kota yang suka sekali makan ikan dengan kecap asin,
kota dengan hotel yang mau ngasih 1000 yen kalau beberes kamar sendiri..

kota yang… membuat ingin berkunjung sekali lagi :)

image

-stasiun tokyo